Jumat, 28 Februari 2020

Puisi Pembangkit Cakrawala

PEMBANGKIT CAKRAWALA
Karya Yahdillah

Terbangun aku dalam lelap
Sunyi sepi dan nikmat untuk merenung  memikiran negeri
banyak pertanyaan yang selalu menganggu hati 
tentang mereka  yang belum sadar akan posisi diri

Hai kaum muda ...
Sadarkah engkau bahwa engkaulah pembangkit cakrawala ?
Hai kaum muda...
Sadarkah engkau bahwa kita masih dijajah ?
Hai kaum muda...
Ingatkah engkau tentang perjuangan pahlawan yang bersimbah dan bermandikan darah ? 

Hai kaum muda..
Kesampingkan kasih romansa yang terjadi
Ingatlah perjuanagan para pahlawan dalam negeri
Apakah pantas kau masih berdiam diri  melihat penjajahan  di tanah tercinta ini ?
Apakah pantas kau bersembunyi pada kita yang dikebiri oleh penjajahan teknologi ?

74 tahun indonesia merdeka
Tapi sadarkah engkau bahwa penjajahan masih bertaktik dan semakin membara

ROH BERJANTUNG TAK BERHATI

ROH BERJANTUNG TAK BERHATI

Butiran sumber kehidupan jatuh membuncah menyelimuti bumi
Membuat lacah yang menghambat banyak aktivitas muda mudi
Dalam deras terdengar banyak yang mencaci maki 
Tanpa sadar bahwa si butiran adalah penyelamat akan bumi

Butiran hebat tetap konsisten dan optimis dengan janji 
Dengan eloknya Ia tetap turun walau banyak yang mencaci
Fatamorgana sungguh pandai mengelabui untuk terus membenci  
Butiran sakti lelah dan tak mau lagi kembali 

Muda mudi bersorak ria akan kepergian butiran sakti
Membuat pesta seolah terbebaskan dari kebelengguan diri
Butiran sangat sedih hingga meminta cuti 
Yang maha pencipta mengerti apa yang terjadi pada si butiran sakti

Gersang datang tanpa diundang ke bumi 
Jutaan makhluk kekeringan sampai ada yang mati
Jeritan lantang terdengar keras menyalahi gersang tanpa mengintropeksi
Roh berjantung tak berhati meronta- ronta meminta butiran kembali



Tangisan Dibulan Juni




TANGISAN DI BULAN JUNI

Rintik rinai jatuh membasahi bumi
Bunga yang kuncup mulai mekar dan beseri
Tenangnya diam membuat memori kembali meniti
Sebuah kenangan tangisan dibulan juni

Juni yang penuh dengan pengharapan dan ambisi
Juni yang menjadi alasan pengasingan dan insomnia yang tak henti
Juni yang akan menjadi saksi atas semua pengabaian pada dia si pujaan hati
Tapi apa salah hamba pada si juni 

Harapan yang tak kunjung tercapai, Impian dan planning yang tergagalkan
Rasa sakit yang tak tertahankan, Penolakan yang tak henti-hentinya menggetarkan
Jauh sekali busur panah ini ditarik, Saking jauhnya membuat hamba kurang daya tarik
Hidup menyendiri dengan senyuman klasik, Seolah telah melupakan impian walau hanya secarcik

Gemetar hati ini menulis larik
Terisak teringat akan masa – masa yang fasik
Tangisan dibulan juni Luka yang tertanam dibulan juni
Akan hamba kerjar kembali hingga semuanya berdikari.._Yp




BIODATA PENULIS
 

Nama                                               : YAHDILLAH
Tempat / tanggal Lahir                 : Pulakek, 09 Mei 2002
Alamat                                            : Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat
   Instagram                                      : @yahdillahpahlepi